Bukan Kerja Sendirian
Mengurus tambang ilegal di wilayah seluas Parigi Moutong memang berat. Polisi harus membagi fokus. Ada pelayanan masyarakat, ada stabilitas keamanan, ada pula urusan hukum lainnya.
Maka, sinergi menjadi kata kunci.
Polisi sadar betul: PETI bukan cuma urusan borgol dan sel. Ini masalah kompleks. Butuh campur tangan Pemerintah Daerah. Butuh pengawasan masyarakat desa hingga kabupaten.
Tanpa itu, penertiban hanya akan jadi pemadam kebakaran. Padam di sini, muncul di sana.
"Penanganan PETI merupakan tanggung jawab bersama," tambahnya.
Terbuka Tapi Terukur
Polres Parigi Moutong menyatakan tetap membuka diri. Kritik silakan masuk. Masukan sangat dinanti. Namun, satu permintaan mereka: informasi yang dilempar ke publik harus berimbang. Jangan asal tuding tanpa konfirmasi.
Kini, bola ada di tangan semua pihak. Polisi berjanji terus bergerak. Masyarakat diminta melapor, bukan sekadar memprovokasi.
Karena di ujung hari, yang ingin diselamatkan adalah lingkungan Parigi Moutong agar tidak hancur lebur oleh nafsu sesaat.
Artikel Terkait
Kapolres Kaget, Info PETI Desa Tombi Justru dari Wartawan - Segera Sisir Lokasi Bersama Satgas Gabungan
Oknum Pengumpul Fee PETI Parigi Moutong Diduga Miliki Bekingan Kuat, Pungutan 12 Persen Jadi Sorotan
Dewa Bantah Isu Pengaturan Alat Berat di PETI Lambunu, Sebut Foto Saat Evakuasi Bencana
Ekscavator Kembali Mengaum di PETI Karya Mandiri, Kades Dicurigai Beri Restu
Pemodal PETI Geser ke Buranga, Ketika Hukum Hanya Gigit yang Lemah