Transisi menuju pengangkatan menjadi PNS juga harus dipercepat. Jangan biarkan guru honorer terus terjebak dalam status yang tidak pasti. Mereka butuh kepastian karier dan jaminan masa depan.
-
Bagaimana Nasib Guru Honorer di Daerah Terpencil?
Pertanyaan ini sering terlupakan. Guru honorer di daerah terpencil menghadapi tantangan berlipat ganda. Akses perbankan terbatas. Internet tidak stabil. Bagaimana mereka menerima transfer langsung?
Kemendikdasmen perlu menyiapkan solusi alternatif. Mungkin bekerja sama dengan bank daerah atau lembaga keuangan mikro. Jangan sampai terobosan pembayaran langsung malah menyulitkan guru di pelosok.
Sosialisasi juga harus massif. Banyak guru honorer yang gagap teknologi. Mereka butuh pendampingan untuk membuka rekening dan mengakses layanan perbankan digital.
Infrastruktur pendukung harus diperkuat. Jangan hanya fokus pada kebijakan di atas kertas. Implementasi di lapangan yang menentukan kesuksesan program ini.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Lacak Dana Rp 4,17 T: Temukan Perbedaan Data Mencolok di Kemendagri dan BI
Artikel Terkait
Bea Masuk Nol Persen, Fabrikator Baja Lokal Terancam Mati: ISSC Minta Pemerintah Bertindak Tegas
Anggota DPRD Ini Soroti Daftar Peserta Rapat Bahas Tambang di Parigi Moutong, Banyak Perorangan
Dedi Mulyadi vs Menkeu Purbaya, Siapa yang Benar Soal Dana APBD Jabar Rp4,17 T Mengendap?
Polemik P3K "Siluman" Parigi Moutong: Honorer K2 Sejak 2005 Terabaikan, Fiktif Malah Diangkat
Dedi Mulyadi Lacak Dana Rp 4,17 T: Temukan Perbedaan Data Mencolok di Kemendagri dan BI