Tapi besok, atau bulan depan, ketika viral mereda, apakah jalan di Uematopa akan diperbaiki? Apakah ambulans akan bertambah? Apakah akan ada ibu lain yang melahirkan di kebun, berdarah di rumah, dan mati di tengah jalan?
Atau pertanyaan yang lebih mendasar: berapa banyak Pirna lagi yang harus mati sebelum negara benar-benar hadir—bukan setelah viral, tapi sebelum terlambat?
Baca Juga: Lara di Tanjab Timur, Saat Celurit Guru Membalas Pengeroyokan Siswa